Catatan 66 : Bangga dan Bersyukur

Sejujurnya diri ini sedikit bangga juga bersyukur atas apa yang terjadi dahulu membuat sesuatu baru untuk masa kini. Mungkin, jika memang bukan jalan hidup maka tak bisa terlampaui. Diri ini jelas tak mungkin melukiskan sebuah rasa yang tak ingin dirasakan. Tak mungkin harus menyatakan iri pada semua yang bermotivasi. Mana mungkin merasa tak suka pada semua yang telah bisa. Juga jelas tak mungkin menyalahkan diri sendiri yang jelas-jelas manusia biasa penuh salah. Tuhan telah menentukan jalan bagi semua hamba ciptaanNya.

” style=”width: 316.797px;

Catatan 65 : Angan Seorang Diri

Angan lalu takkan sama dengan angan kini yang belum pasti. Yang dulu tak jadi nyata, yang kini belum berarti. Angan lalu telah melayang tertembus masa yang menerjang tanpa pemberitahuan. Memukul beban hingga memantul menjauhi diri. Beban itu kini telah pergi bersama angan yang tak bisa dinanti lagi. Siapa yang tak ingin hal seperti itu? Hal indah yang semua orang tentu pernah mengangankan. Lalu siapa yang menginginkan sesuatu tak sesuai harapan? Seorang diri bahkan meratapi walau lebih sering berusaha lupa agar tak mengasihani diri. Dahulu, membara dalam dada, memekik angan kian tinggi, namun hal itu tak terjadi. Waktu tlah bertambah, beban itu tak lagi tersisa walau beban baru telah bermula. menengadah berbulir air dari langit. Merasakan kaki memijak genangan keruh tanpa kejernihan. menengadah berbulir air dari langit. Merasakan kaki memijak genangan keruh tanpa kejernihan.

” style=”font-size: 18.4px; text-align: justify; width: 316.797px;

Catatan 64: Perasaan

Di mana jarum jam yang terus berdetak ini, ada sebuah penantian, harapan, dan angan. Mengukir sebuah kisah insan dunia dengan misteri di setiap akhirnya. Tak ada yang kan mengerti jika takdir selalu berjalan sesuai garis dengan pasti. Namun, tak ada usaha yang sia-sia. Lalu, bagaimana kemunculan sang putus asa? Yang tak menganggap remeh tapi juga menganggap tak penting. Disertai pemikiran yang tak kan berujung, insan dunia diberikan banyak pilihan. Pilihan situlah jalan kehidupan.
Tak ada letak yang pasti untuk kebahagiaan. Tak juga ada kepastian ukuran kesedihan insan dunia. Segala sesuatu yang berbau perasaan adalah tak kan mendapat 100% kepastian. Karena perasaan itu mengira-ira bukan berhitung layaknya matematika. Tapi, itulah yang membuatnya penting juga. Karena hidup tak hanya perlu berhitung, bukan? Apa jadinya jika hidup tanpa adanya rasa? Hambar tentunya.

Dan sesuatu tentang kehidupan ini akan dirasakan oleh perasaan. Lalu menimbulkan banyak kejadian-kejadian aneh yang sulit dimengerti. Seperti berdebarnya dada saat merasakansesuatu yang belum tentu pasti. Juga, adanya rasa sakit dalam dada saat sesuatu entah lisan maupun tulisan tidak sesuai keinginan begitu menyakitkan. Lalu, kenapa seakan-akan semua beban atau perasaan akan terasa di dalam dada? Apakah perasaan itu ada dalam dada? Pada bagian hati atau jantung? Tidak. Perasaan adalah permainan otak yang responnya terasa di bagian dada entah tepatnya di mana.

Catatan 63 – It’s Raining

It’s Raining

 

Terlihat bagaimana langit itu menggelap bersama tetesan air yang jatuh memijak tanah. Hawa dingin masih terasa. Gemercik air menjadi irama sebuah waktu yang terus berjalan. Musim hujan masih tersisa. Membawa gejolak yang semakin terasa. Keinginan ketika tangan menengadah berbulir air dari langit. Merasakan kaki memijak genangan keruh tanpa kejernihan.

Lanjutkan membaca “Catatan 63 – It’s Raining”

Catatan 62: Tetap Semangat!!

Tetap Semangat!

Dunia adalah tempat di mana manusia sebagai makhluk berpemikiran macam-macam berpijak. Melalui hari demi hari, melewati waktu yang terus saja berotasi, juga melintasi garis kehidupan dunia yang tak pasti. Kehidupan setiap orang adalah berbeda. Manusia tidak dapat menyimpulkan maupun hanya sekedar menduga bahwa hidup orang lain lebih berharga dan menyenangkan dari pada kehidupan diri sendiri. Sesungguhnya, kita dikaruniai nikmat kehidupan oleh Allah secara sepadan, tidak ada perbedaan melainkan pemikiran dan tindakan yang manusia lakukan itulah yang berbeda-beda. Lanjutkan membaca “Catatan 62: Tetap Semangat!!”

Cara Menambahkan Lirik Lagu di Pemutar iTunes

Cara Menambahkan Lirik Lagu di Pemutar iTunes

itunes

Pastinya seru banget deh mendengarkan lagu sambil baca lirik kalau nggak hapal. Menggunakan iTunes sebagai pemutar musik adalah keasyikkan tersendiri. Lalu bagaimana caranya menambahkan lirik lagu atau mengubah lirik, berikut cara mudahnya. 

  1. Kita pilih judul lagu yang ingin kita tambahkan atau ubah lirik dan infonya. Dengan cara klik kanan judul lagu tersebut lalu klik “Dapatkan Info”

tangkapan-layar-penuh-31122016-182445-bmp

Lanjutkan membaca “Cara Menambahkan Lirik Lagu di Pemutar iTunes”

iTunes : Pemutar Musik dan Video

itunes

Menyenangkan jika memiliki lagu-lagu maupun musik koleksi favorit untuk disimpan. Lebih menyenangkan lagi kalau musik tersebut diputar di sebuah aplikasi seru yang cocok dengan windows 7. iTunes memang memberikan hiburan tersendiri yang pastinya menyenangkan. Dengan aplikasi/softwere ini kita bisa mengelola, menambahkan musik-musik kita yang tentunya semakin seru karena iTunes mendukung musik dengan lirik. Ya, berikut tampilan iTunes yang sudah terinstall:

  • Tampilan pertama ada perpustakaan musik kita yang sudah kita tambahkan melalui menu File, lalu bisa pilih: Tambahkan file ke Perpustakaan (untuk menambah dalam bentuk format mp3 atau musik juga video). Lalu bisa memilih Tambahkan folder ke Perpustakaan (untuk menambah dalam bentuk satu folder berisi musik maupun video banyak sekaligus).
  • Tampilan jika memilih menu “Baru Ditambahkan”:

    tampilan itunes

Lanjutkan membaca “iTunes : Pemutar Musik dan Video”

Catatan 61: Pertahanan

Bersama waktu yang terus berputar juga keadaan yang trus berubah ada beban yang perlu diangkat. Semua itu dalam bentuk yang berbeda, seperti dalam bentuk perasaan. Dirasakan dalam diri lalu jika tak ada hal yang begitu perlu dilakukan, maka menahan adalah sebuah jawaban. Jawaban yang mungkin atas pertanyaan kebingungan diri karena lelah akibat beratnya beban kehidupan. Selama waktu masih terus melaju, menahan semua bukan berarti tak mampu.

Lanjutkan membaca “Catatan 61: Pertahanan”

Catatan 60 : Aneh

Suatu yang peka kembali terasa. Suatu keanehan merundung dalam angan, diam, dan bayangan. Tak ada sesuatu yang kan kembali jika sudah terlewati. Apapun itu, tak bisa dijelaskan. Dan yang peka inilah yang merasakan. Tak tau maksud apa, tak mengerti sebuah arti. Di suatu keadaan yang tidak terencana, semua begitu terasa. Kebingungan karena sulit mengerti. Mungkin, inilah isi hati. Lanjutkan membaca “Catatan 60 : Aneh”

Catatan 58 : Perubahan

Semua yang terukir sudah terjadi. Dalam gelombang tak ada kediaman walau sunyi menerjang. Di saat semua mulai bergerak, tak akan ada yang berhenti kecuali untuk beristirahat sekedar memulihkan diri. Ketika waktu berotasi, keadaan yang persis semula tidak akan ada, kecuali hal-hal yang sama yang mungkin dilakukan karena kebiasaan atau terjadi karena sebuah kebetulan. Hal-hal yang berubah telah mempengaruhi, dari pikiran hingga kehidupan seorang diri. Tak ada yang mampu menyadari secara pasti suatu perubahan karena waktu berjalan maju dan dalam ingatan yang terproses, kebanyakan yang ada adalah alur tanpa kepedulian. Lanjutkan membaca “Catatan 58 : Perubahan”